Berpakaian tetapi telanjang

     Dear muslimah yang bercita-cita menjadi shalihah, Islam mewajibkan muslimah menutup aurat secara sempurna. Kesempuarnaan yang dimaksud adalah sesuai syariat Islam yang mengaturnya. Syukur Alhamdulillah sekarang banyak kita temui muslimah yang sudah menutup aurat dengan kerudung, memakai jilbab (baca: gamis) dan disempurnakan dengan memakai kaos kaki untuk melindungi aurat bagian kaki. Bukan hanya itu saja, namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana bentuk gamis dan kerudung yang kita (baca: muslimah) pakai. Yang diharapkan jilbab dan kerudung yang dipakai adalah pakaian yang melindungi kita bukan berpakaian tetapi telanjang.

Rasulullah bersabda: “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya, walupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian ” (HR. Muslim)
“…wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang yang berjalan berlenggak-lenggok guna membuat manusia memandangnya, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium aromanya. Padahala aroma syurga bisa dicium dari jarak 500 tahun …..” (HR.Imam Malik)

Yang dimaksud berpakaian tetapi telanjang pada hadist diatas menurut imam Al-nawawi dalam syarh Muslim adalah
1.      Wanita yang mendapat nikmat Allah namun enggan bersyukur kepada-Nya
2.      Wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah Subhanallahu wata’ala.
3.      Wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya sengaja menampakkan keindahan tubuhnya
4.      Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga tampak bagian dalam tubuhnya.
Para ulama menyepakati bahwa yang dimaksud berpakaian tetapi telanjang adalah memakai pakaian tetapi tipis atau menyingkap sebagian aurat. Dengan memakai pakaian tipis sehingga dapat terlihat aurat kita. Dalam hadist diatas apabila muslimah yang berpakaian tetapi talnjang, yang berpakaian tetapi kainnya tipis sehingga warna kulit bisa terlihat maka tidak akan pernah mencium baunya surga, padahal baunya surga bisa di nikmati dalam jarak yang sangat jauh yaitu 500 tahun. Wah ngeriii ya. Yang menutup aurat tetapi tipis saja tidak bisa mencium aroma surga, apalagi yang tidak menutup aurat ya. Bagaimana? (Hanya Allah yang tahu balasannya). Dizaman sekarang banyak mode jilbab yang beragam, namun perlu diperhatikan jenis kainnya, pilih yang tebal, sehingga tidak terlihat warna kulitnya. Bukan hanya jilbab yang diperhatikan tipis atau tidaknya , kerudung yang kita kenakan untuk menutup aurat bagian kepala perlu diperhatikan juga mengenai ketebalan kerudung yang kita pakai, jangan-jangan kain kerudungnya tipis sehingga berkerudung namun isi dari kerudung nampak yaitu aurat yang ditutupi. Jika belum memiliki kain kerudung yang tebal, kerudung dirangkap dengan kain tebal, Rasulullah memberi tauladan kepada kita khususnya muslimah agar berkerudung namun tidak transparan. Tauladan terbaik kita didapat dari manusia yang mulia ini Rasulullah SAW. J beliau memberi contoh seperti dalam hadist dibawah ini.  
Dari Dihya bin Khalifah Al Kalbi yang berkata: “Pernah Nabi Shalallahu ‘alaihii Wassalam diberi beberapa helai pakaian qithbi lalau beliau memberikan sehelai kepadaku seraya bersabda,” sobeklah menjadi dua, lalu potong salah satu diantarnya menjadi baju. Lalu berikanlah kepada istrimu untuk kerudungnya” sewaktu Dihya mundur beliau bersabda: “ dan suruhlah istrimu membuat rangkapan kain tebal dibawah kerudung itu agar dia tidak menggambarkan warna kulitnya”(HR.abu Dawud)”. Kain qithbi adalah kain tipis.
Pakaian muslimah harus menutup warna kulit, tidak transparan. Rasulullah bersabda tentang kain tipis (al-Qithbiyah).
“hafshah binti Abdurrahman pernah datang kepada Aisyah dengan mengenakan kerudung yang tipis maka aisyah menyobeknya lalu menggantinya dengan kerudung yang tebal”.(HR. Imam Malik dalam al-Muwathatha)

Sahabat muslimah yang bercita-cita menjadi shalihah, Islam memuliakan wanita dengan bukti Allah memberikan aturan untuk mengatur cara berpaikaian seorang wanita (jilbab, kerudung, kaos kaki) agar identitasnya sebagai muslimah jelas, dan harga dirinya terjaga. Perbedaan antara cara berpakaian yang benar dan salah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mendidik Anak

Perjalanan Menuju Hidayah