Perjalanan Menuju Hidayah
Alhamdulillah saya di beri kesempatan oleh Allah untuk pulang ke kampung halaman, merasakan hangatnya sapa keluarga besar di Jepara. Perjalanan Jogja - Jepara di tempuh kurang lebih 4 jam dengan bis. Di tengah perjalanan saya duduk berdampingan dengan seorang ibu, yang berdomisili di jalan Wates km 9. Beliau akan berangkat kerja ke Semarang, beliau bekerja di bidang pemasaran sebuah produk sepatu. ibu yang tidak sempat berkenalan dengannya, bercerita tentang perjalanan hidupnya. Dari proses mencari keimanan, proses berhijab, hingga proses menuntun suaminya menjadi pemeluk islam yang bukan hanya sebagai islam KTP namun islam yang kaffah, insya Allah.
Beliau bercerita, dulu pas masih muda beliau belum memakai hijab padahal bapaknya adalah pemeluk agama islam yang kentel (istilah jawa). Dari proses yang sangat panjang, beliau memakai hijab sejak beliau menikah, beliau salut kepada anak muda yang dari mudanya sudah berhijab, dan beliau berkata " padahal hijab tidak menutup pintu rezeki seseorang, dengan berhijab malah tidak menggagu pemandangan khususnya laki-laki, mereka tidak terganggu dengan perempuan yang berhijab, mereka terganggu dengan wanita yang memakai, maaf rok mini, celana mini, dan yang berhijab merasa aman ".
Di cerita berikutnya, beliau menuturkan, bahwa ada sebuah kecelakaan yang di alami suami beliau di kamar mandi yang tidak memungkinkan orang lain (masyarakat) untuk membantunya, dengan keadaan yang mustahil di terima oleh akal sehat, kenapa? karena beliau memiliki badan yang tidak terlalu gemuk, sedangkan suaminya memiliki badan yang gemuk. Beliau mampu menolong suaminya yang jatuh di kamar mandi tersebut, dan terasa ringan untuk di bawa ke kamar tidur katanya. Dengan tekat yang kuat dan tawakal kepada pertolongan Allah, beliau mampu membantu suaminya. Ketika suaminya siuman, suaminya bertanya kepada ibu suami ibu: " bu tadi kenapa? bapak kok tiba-tiba disini". ibu: "bapak tadi jatuh di kamar mandi". suami ibu: "siapa yang membantu ibu mengangkat bapak?". ibu: "Allah pak yang membantu ibu". suami ibu: "tadi siapa lelaki besar itu, yang membantu ibu ya?". ibu: "mana pak ibu tidak melihatnya".
Tidak hanya itu, ibu memiliki cerita yang menghantarkan suaminya menuju keimanan yang kuat yang mengenal islam dengan kaffah. Di suatu hari tepatnya waktu siang, suami ibu, berkeliling kampung dan tiba-tiba motor yang di bawa mogok di jalan tepatnya di depan sebuah rumah pensiunan pegawai negri yang memiliki halaman luas yang disamping rumahnya ada musholanya, beberapa kali suami ibu mencoba untuk menghidupkan motor yang mogok tadi dengan men-donggling (bahasa jawa) dan masih tidak mau hidup. akhirnya sang pemilik rumah kakek pensiunan tadi keluar dan berkata "Le motormu kenopo? (nak motor kamu kenapa)". suami ibu: "niki pak mboten saget urip (ini pak tidak bisa hidup)". kakek: "tak coba tak uripke yo le (tak coba tak hidupkan ya nak)". Dengan satu kali usaha, motorpun hidup. suami ibu keheranan "pak kok langsung hidup dengan satu kali usaha? bapak apakan tadi?". kakek: "moco bismillah le (baca bismillah nak), Allah yang membantu". kemudian adzan ashar pun berkumandang. suami ibu di ajak sholat oleh kakek tadi, suami ibu berkata: "maaf pak saya tidak pernah sholat sebelumnya" kakek: "oo kamu nasrani ya?". suami ibu: "bukan pak, saya islam, namun ibu saya nasrani dan ayah saya islam, dan saya belum pernah sholat". kakek: "ayo le, sholat bareng jamaah". dan suami ibu mengikuti setiap gerakan sholat sang kakek. Setelah selesai sholat kakek meminta kepada suami ibu untuk kembali besok-besok kerumah kakek, untuk sholat berjamaah lagi. Bersama ibu, suami ibu main kerumah kakek.
Dengan beberapa kejadian yang dikirimkan oleh Allah kepada suami ibu, mampu membuat suami ibu menjadi pemeluk islam yang kaffah, bukan hanya islam KTP, alhamdulillah semenjak 7 tahun yang lalu suami ibu rutin sholat , mendengarkan anak ibu membaca Al-qur'an, dan berusaha menjadi imam keluarga yang baik.
Dari kisah diatas semoga mampu mendapat manfaat didalamnya, bahwa "segala puji bagi Allah, tuhan pemilik dan pengatur seluruh alam"
"Allah tidak ada Tuhan selain Dia, yang maha hidup, yang terus menerus mengurus (Makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada dihadapan mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apapun tentang ilmu-Nya. selain apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha tinggi Maha besar" (TQS.Al-Baqarah:255).
Bertawakal kepada Allah yang menolong setiap makhluk-Nya. Hanya kepada-Nya diri meminta pertolongan, kapanpun, dimanapun diri berada. " Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu, dan mendapatkan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang di sediakan bagi orang-orang yang bertakwa" (TQS.Al-'Imran:133).
Allah mengirimkan pesan-pesan untuk makhlukhNya yang berakal, semoga peristiwa yang dikirimkan Allah untuk diri, mampu terbaca sehingga mampu menjadi hikmah dalam setiap langkah menuju hidayah.
Aamiin.
kesempurnaan hanya milik Allah ^_^
Komentar
Posting Komentar