Memahami Karakter Teman

Assalamu’alaikum apa kabar sahabat muslimah? Semoga dalam keadaan baik segalanya, baik kesehatannya hingga baik Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.^^

 Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman saya, status saya yang sebagai mahasiswa di sekolah tinggi Teknologi Adisutjipto membuat saya bertemu banyak karakter dan banyak teman yang dari luar kota bahkan dari luar Pulau jawa. Dengan banyaknya teman yang saya temui, saya bisa belajar bagaimana cara memahami banyak karakter orang, yang dari jawa tengah berbeda dari jawa timur, yang dari jawa barat berbeda dari jawa tengah, yang dari sumatra berbeda dari jawa tengah. Namun dengan adanya keragaman karakter yang saya temui tidak membuat saya membedakan mereka dalam berteman, namun bagaimana caranya kita mampu memahami karakter mereka, agar tidak ada kesalahfahaman dalam menyikapi mereka bahkan berteman dengan mereka. Alhamdulillah sebagian teman saya muslim. Seorang muslim di harap mampu bersabar atas segala penyikapan cobaan kehidupan, tidak membedakan asal daerah. Karena banyak yg menilai bahwa orang luar jawa memiliki karekter keras dari pada orang jawa . Penilaian itu dapat bernilai benar juga dapat bernilai salah, kenapa? Karena kita tidak bisa menilai karakter seseorang karena dari daerah asalnya. Penilaian ini sangat lemah. Bukan berarti orang jawa (tengah) selalu sabar dari pada orang luar jawa, bukan berarti orang jawa lebih halus dari orang luar jawa (Bukan Seperti itu).

Sebagai seorang muslim tuntunan untuk berteman adalah Islam. Berakhlak terhadap teman berdasarkan Islam.  Dalam pandangan Islam, akhlak adalah bagian dari perintah dan larangan Allah. Syariat Islam memerintahkan kita untuk berakhlak baik dan melarang berakhlak buruk termasuk dalam berteman, sebagai seorang muslim pasti memilih berakhlak baik karena Allah memerintahkan itu.

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka … “ (TQS.Al-Imraan:159)

Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Iyadh bin Himar, ia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda:
“ Penghuni surga ada tiga golongan. Pertama, penguasa yang adil, suka bersedekah, dan sesuai (dengan syariat). Kedua, orang yang penyayang, halus perasaannya bagi setiap yang memiliki keluarga dan terhadap seorang muslim. Ketiga, orang yang menjaga kesucian, menahan diri terhadap hal-hal yang haram, dan meminta-minta. “ [1]

Seorang muslim yang memiliki sikap penyayang, ia adalah salah satu penghuni syurganya Allah. Mau?
Jadi, Kita tidak akan pernah tahu nanti akan bertemu dengan seseorang yang berkarakter seperti apa, keadaan yang seperti apa, tugas kita adalah bersabar untuk menghadapinya, tetaplah bersikap baik karena Allah memerintahkannya. Karena akan ada pahala yang terbaik dari Allah untuk orang-orang yang sabar J

“…. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [TQS.An-Nahl: 96]

Cobalah memahami karakter teman, tekan ego diri,  tidak selamanya diri kita harus terus difahami orang lain. Mengalah tidak berarti kalah, namun memandang masalah dari sudut yang lain. Cobalah mengerti karakter teman J jadikan Islam menjadi landasan.

Dari Abdullah bin Amr sesungguhnya Rasulullah bersabda:
Sesungguhnya orang yang terbaik diantara kalian adalah orang yang berakhlak paling baik akhlaknya (Mutafaq ‘alaih) [2]

Seorang ustadz pernah bernasihat “ kita tidak bertanggung jawab atas perilaku sesorang terhadap kita, namun kita bertanggung jawab atas perilaku yang akan kita lakukan terhadap mereka” (ini redaksi saya). Maksudnya setiap orang tidak bertanggung jawab atas pahala-atau dosa dari orang lain. Ketika kita berlaku baik terhadap orang lain, pahala itu akan mengalir kepada kita, begitu juga ketika seseorang belaku kurang baik kepada kita dosanya kembali kepada dia. Jadi bersikap baiklah kepada sesama saudara muslim kita, (terserah) mereka ingin memperlakukan kita seperti apa, itu pertanggung jawaban mereka kepada Allah subhanallahu wata’ala, begitu juga perilaku kita akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah. Syukur Alhamdulillah menasehati teman yang tidak memiliki karakter sesuai syariat. Jika ia seorang muslim ia kan bersikap lemah lembut kepada saudara muslimnya, walau ia memiliki karekter keras sebelumnya.

   Sungguh ketika berteman karena Allah, saling memahami karakter satu sama lain, bersikap baik. Maka persahabatan ini akan indah. Saling mengingatkan menuju jannah J

Tetaplah bersikap baik. Islam Rahmatan lil ‘alamin J Damai itu indah, dimulai berdamai dengan diri sendiri menuntun diri untuk menjadi lebih baik dan memahami karakter orang lain. Akupun masih dalam tahap belajar mengerti karakter orang lain J Terimakasih Allah.

Sumber :
1] Buku Pilar-pilar nafsiyah Islamiyah 
2] Buku Pilar-pilar nafsiyah Islamiyah 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mendidik Anak

Perjalanan Menuju Hidayah