Menyembunyikan Aib Masa Lalu


Iya masa jahiliyyah adalah ketika belum tahu hukum islam itu harus diterapkan dalam segala aspek kehidupan, belum mau serta belum kuat untuk mengimani hukum islam tersebut ( Definisi saya ), salah satu contohnya belum tahu jika campur baur dengan lawan jenis itu tidak boleh dalam islam.Mbak sister malu tidak jika masa lalu yang jahiliyyah dulu di ungkap lagi? Nah terkadang dari diri kita sudah berusaha menyimpan masa lalu yang jahiliyyah kita, karena malu akan dosa-dosa yang pernah dilakukannya walau dulu belum faham hukum atas perilaku tersebut, namun namanya dosa akan tetap tidak ingin semua orang mengetahuinya.
"Kebaikan adalah akhlak yang baik. Dosa adalah yang meragukan dalam dirimu dan engkau tidak suka jika manusia melihatnya "(HR.Muslim)Kadang saya sangat sedih ketika bukti masa lalu saya yang jahiliyyah di share, saya tahu mereka tidak bermaksud seperti itu, karena mereka juga berperan dalam bukti masa laluku itu, mereka ada dan terpampang, mereka hanya ingin memperlihatkan jika kita dulu pernah bersama dan bahagia. Itu dulu ketika saya mengerti arti bahagia dari definisi kapitalis (yang penting Happy walau tanpa aturan Allah), bukan Islam(harus didasari perintah Allah walau masih berusaha kesana). Namun tetap saya sangat menyesali hal itu. Saudariku, maaf saya minta maaf, memang bukti itu milik kalian, maka hak kalian untuk memperlakukannya seperti apa, namun bukankah disana ada saya, ada masa lalu jahiliyyah saya. Bolehkah hak saya terpenuhi juga dengan bukti masa lalu jahiliyyah itu .Saudariku sholihah, saya mohon, ketika ada bukti masalaluku yang jahiliyyah, misalnya foto saya yang belum memakai jilbab(gamis), masih bercampur baur dg bukan mahrom, dll dan ingin di share walau bermaksud baik, tolong ya saya di crop dihilangkan saja saya J. Karena pemahaman saya yang dahulu berbeda dengan pemahaman saya yang sekarang tentang hal itu.
“Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” (HR. Muslim no. 2590)
“Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara, dia tidak boleh berbuat zhalim dan aniaya kepada saudaranya. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yanga membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah akan membebaskannya dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak.” (HR. Muslim no. 2850)Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah untuk bersama-sama menuju keridhoan-Nya. Aamiin :)
Komentar
Posting Komentar