Standar Cantik Dalam Islam

       Alaminya seorang wanita paling senang dipuji ‘cantik’,  ini adalah fitrah manusia khususnya wanita. Namun yang perlu disadari oleh wanita adalah landasan dia memilih menjadi cantik yang seperti apa. Apakah berlandaskan Islam atau berlandaskan kesenangan duniawi atau hanya ikut-ikutan cantik menurut zaman sekarang.  Tanpa disadari kaum wanita sekarang khususnya seorang muslimah, ia mengikuti berstandar cantik yang ada, padahal seharunya ia memiliki standar cantik tersendiri yang berbeda dengan wanita yang lain
karena ia seorang wanita yang beragama Islam (baca: muslimah) maka standarnya Islam. Tanpa disadari zaman sekarang kaum wanita memposisikan dirinya cantik menurut apa yang sedang ngetrend sekarang (cantik menurut iklan di berbagai media bahkan iklan yang terpampang dibaleho jalan #Eh), cantik apa bila kulitnya putih, cantik apabila rambutnya hitam berkilau dan panjang, cantik apabila alisnya hitam dan bulu matanya lentik, cantik apabila tubuhnya langsing, dan standar cantik fisik lainnya. Ini standar cantik zamana sekarang yaitu didunia kapitalistik. Di dunia kapitalistik tidak heran lagi jika apapun standarnya adalah materil karena asas dari sistem kapitalis adalah memisahkan agama dari kehidupan masyarakat dan Negara maksudnya masyarakat masih beragama namun aturan-aturan agama tidak diterapkan dalam bermasyarakat dan dalam aturan negara. Standar kebahagiaan dari sistem ini adalah meraih sebanyak-banyaknya materi baik berupa pangkat, kekayaan, pujian dll [1]. Jadi tidak heran jika dizaman sekarang yang dilingkupi sistem kapitalis (walau sebagian masyarakat termasuk wanita, tidak sadar) banyak sekali iklan- iklan yang menggambarkan jika wanita yang cantik adalah yang digambarkan diatas (putih, rambut hitam berkilau, dll), secara tidak sadar kaum wanita mengikuti standar cantik yang digambarkan di iklan tersebut, sehingga kaum wanita (tidak sadar) mereka adalah korban dari produk-produk yang mengatas namakan kecantikan menurut kapitalis. Pada sistem kapitalis ini (lihat zaman sekarang) kecantikan wanitapun di expos (diumbar kemana-mana) karena mereka (kaum wanita) tidak sadar menjadi korban dan ingin mendapat pujian. Akibat cantik diumbar kemana-mana (baca: aurat) agar dipuji, maka banyak kejahatan yang mengancam kaum wanita yang diakibatkan oleh diri mereka sendiri, ketika mereka tidak mau menutup aurat mereka. seperti yang beritakan oleh salah satu media,
TEMPO.CO, Semarang - Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Jawa Tengah menyatakan terdapat ratusan kasus kekerasan terhadap perempuan tahun ini. Mulai awal hingga pertengahan 2014 tercatat 222 kasus dengan korban berjumlah 386 perempuan. [2]
       Sangat berbeda, ketika cantik yang didasari oleh Islam. Dalam Islam, wanita sangat dihargai, terdapat banyak aturan-aturan Islam khusus wanita yang salah satu ibrahnya adalah untuk melindungi kecantikan wanita, aurat wanita, dan agar tidak diganggu. Cantik dalam Islam tidak dilihat dari fisiknya karena Allah melihat makhluknya dari hati dan amal perbuatan mereka, hal ini dapat dilihat pada sebuah hadist.
Dari Abu Hurairah  ia berkata, Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim)
    Cantik menurut Islam sungguh tidak belandaskan fisiknya (bukan). Cantik yang berlandaskan Islam memiliki tujuan untuk mendapatkan ridho dari Allah subhanaallahu wata’ala, cantik dalam Islam apabila seorang wanita menutup auratnya secara sempurna dengan cara memakai pakaian ketakwaan yaitu jilbab syar’I (gamis), kerudung, kaos kaki ( agar dengan mudah beraktivitas tanpa khawatir kakinya terlihat) dan tidak tabarruj.
Sederhanya rumus cantik adalah Berhijab Syar’I + Akhlak mulia – Tabarruj. Rumus cantik ini berlandaskan surat an-nisa’ karena cantik itu wanita sholihah, wanita sholihah adalah yang taat kepada Allah J
“Maka wanita yg sholihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tdk ada, oleh krna Allah telah memelihara mrka”(QS 4:34)
Dengan mentaati aturan Allah dengan cara menutup aurat secara sempurna, memakai jilbab syar’I dan tidak tabarruj.
" Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, [An-Nur:31] #Menutup Aurat #Kerudung

"Hai Nabi, Katakanlah kepadaisteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka".yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu merekatidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." #Jilbab

..dan janganlah kamu bertabbaruj dengan tabbaruj jahiliyyah terdahulu..(QS Al-Ahzab 33:33) #Tabarruj
Tabarruj adalah menurut ibnu mandzur, wanita yang memperlihatkan keindahan dan perhiasannya (auratnya) kepada lelaki. Menurut Qatadah : saat keluar dari rumahnya mereka berjalan berlenggak-lenggok lagi menggoda.

       Jadi cantiknya wanita tidak hanya distandarkan dari fisiknya saja karena fisik akan lapuk dimakan usia (bahasnya ini lho J), namun seharusnya sebagai seorang muslimah memiliki landasan ‘cantik’ yang bertujuan mendapatkan Ridho dari Allah Subhanallu wa Ta’ala yaitu taat atas aturan-aturan-Nya, dengan menutup aurat secara sempurna serta berakhlak mulia. Wallahu a’lam. (Shalihah_Bersama)

Sumber: 
[1]Buku Islam mulai akar kedaunnya ; BKIM IPB PRESS, April 2002
[2]http://www.tempo.co/read/news/2014/08/04/063597024/Kekerasan-terhadap-Perempuan-di-Jateng-10-Tewas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Mendidik Anak

Perjalanan Menuju Hidayah